Feeds:
Comments

Archive for December, 2012

BURST TO LAUGH!

Halo, sodara-sodara. Selamat Natal, ya! Nggak, aku nggak merayakan Natal, tapi aku selalu suka suasananya. Romantis dan damai. Jadi.. Selamat Natal!

*peluk diri sendiri*

*peluk kalian semua*

Anyway, tadi ini aku dan Ibu gindut dinner *halah* bareng. Cuman berdua aja, ‘cuz it’s our quality time dan memang sudah lama aku dan Ibu gindut nggak makan di luar, berdua pula.

Kami makan di sebuah restoran kecil yang aku malas nyebutin namanya karena nanti ujung-ujungnya macam blog restoran lagi. Ogah.

Nah, cuma ada satu hal yang sempet bikin aku ngakak nggak karu-karuan dan bikin aku nggak tahan untuk bikin postingan ini: daftar minuman yang ada di menu.

Jadi, ada satu sisi di ujung atas menu minuman yang isinya daftar-daftar jus buah. Mungkin niat pemiliknya, pengunjung bisa bebas mencampur buah ini dan itu sesuai keinginan mereka, tapi karena buah yang ada terlalu banyak, atau karena menurut hukum matematika, kemungkinan buah yang dicampur bisa lebih dari dua puluh dan yada yada yada, alhasil daftar jus itu ditulis seperti ini:

I don’t know about you, but to me, Oh my oh my. Yes, I own nothing but brain fulla nasty.

Advertisements

Read Full Post »

Ini adalah puisi yang ditulis BJ Habibie sesaat setelah Ainun meninggal dunia. Romantis luar biasa.

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu,
bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong,
hilang isi.

Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini,
aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir,
pada kenangan pahit manis selama kau ada.
Aku bukan hendak mengeluh,
tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari,
bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku.

*lap ingus*

Read Full Post »

Pria itu?! Dari sebegini luasnya dan sebegitu banyaknya orang yang hidup di Stockholm, pria itu yang jadi dosenku?!

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »