Feeds:
Comments

Archive for February, 2014

Hahahaha, iya iya, nanti update-nya bakal lebih cepet, deh. Santai. Jangan serbu aku, pweeease. :)))

Anyway, sekali lagi terima kasih buat komentar-komentar kalian, ya. Seneng banget deh kalo banyak yang baca gini. Rasanya jadi semangat buat nulis terus, walaupun ya masih pas-pasan. Kalau ada saran, kritik atau ide cerita, jangan males buat kasih tahu, lo. Belakangan aku agak ragu sama jalan cerita AIY ini, karena makin ke sini kok auranya makin beda dari apa yang aku bayangin (malah kalo boleh jujur, aku nggak nyangka cerita Lisa dan Eric ini bakal jalan sejauh ini). Tapi aku berusaha bikin se’normal’ dan sesantai mungkin tapi tanpa meninggalkan tema utamanya: Romance. Semoga kalian masih mau baca dan sabar sampai akhir, ya. YOU GUYS ARE AWESUM I ADORE ALL O’ Y’ALL!

 

“Ini makan dulu,” ujar Jess pelan sambil menyodorkan semangkuk sup ayam yang masih mengepul. Lisa mengambil segelas air dan duduk bersila di lantai berkarpet flat-nya. “Mumpung masih panas, Lis.”

“Aku belum sesakit itu, tahu. Baru sakit tenggorokan saja sudah dibelikan sup ayam. Bagaimana kalau nanti aku sakit yang lebih parah?” gumam Lisa sambil menyesap pelan supnya. Senyum kecil tersungging di bibirnya saat melihat Jess.

“Sakit tenggorokan di musim seperti ini bisa sangat menyiksa, kau tahu? Kau harus sehat sebelum kita melancarkan serangan,” ujar Jessica.

“Serangan?”

(more…)

Read Full Post »

Hey y’all. Untuk pertama kalinya saya nulis langsung di situs WordPress tanpa bikin draft dulu di MW, nih. Woohooo! Anyway, nggak berhenti aku bilang, TERIMA KASIH BANYAK teman-teman semua sudah mau sudi mampir ke sini dan ninggalin komentar yang lucu-lucu. I feel so humbled and honored. Maaf kalau nggak bisa cepet-cepet update AIY-nya. Yaaah, give me some slack, dong. Muihihi. Semoga hari kalian menyenangkan, yak! *wink*

Kalau kemarin-kemarin Eric menjauh, kali ini Eric menghilang tanpa jejak. Sejak malam itu, Eric tidak bisa dihubungi dan tidak datang mengajar. Lisa duduk dengan menyedihkan di bangku dekat kelasnya.

“Wow, Pak Levy benar-benar patah hati,” Jessica menggumam sambil mengunyah cracker-nya. Lisa melemparkan pandangan pedas ke arahnya dan Jessica tertawa kecil. “Hei, aku kan cuma bercanda, sayang. Tapi ada benarnya, kan? Buktinya Pak Levy tidak masuk sampai sekarang.” (more…)

Read Full Post »