Feeds:
Comments

Archive for the ‘Accidentally Into You’ Category

Thank you guys so much. :’)

 

Lisa sudah sembuh dari demamnya dan hari-hari mulai berjalan seperti biasa. Natal sudah di depan mata, dan meskipun Lisa tidak merayakan natal seperti Eric, Lisa mau tidak mau ikut merasakan semangatnya. Apalagi dirinya dan Eric akan merasakan white christmas. Kan sangat romantis! (more…)

Read Full Post »

Kok aku mendadak deg-degan sendiri, ya? Mungkin karena dalam hati berencana nulis adegan ‘dewasa’ Eric & Lisa kali ya, tapi kenyataannya masih suka panik sendiri. Hihihi. Anyway, terima kasih karena kalian masih di sini, ya. Dan kalau kalian baca shoutout ini, ketahuilah, bahwa cuma kalian yang bikin aku melanjutkan AIY. Kalo nggak ada yang komen atau ‘mengancam’ aku buat lanjutin ceritanya, blog ini pasti nggak akan ada. Jadi, sekali lagi, terima kasih banyak. Salam kecups basah!
EXPLICIT CONTENT!
(Hampir, sih. Tapi.. Ah, sudahlah.)

 

“Waktu itu usiaku 17 tahun,” ujar Eric dengan suara yang sedikit serak. “Dan aku adalah anak yang bebal.”

Tertawa pelan, Eric mengusap rambut Lisa dan menarik napas panjang. (more…)

Read Full Post »

Hahaha, nunggu lama, ya? Maaf, maaf. Belakangan mendadak sibuk banget, jadi lupa-lupa terus kalau mau posting lanjutan AIY. Eric dan Lisa dan teman-teman semua jadi terbengkalai, deh. Ampuni daku, saudara-saudara. *tergeletak* Anyway, berhubung kisah Eric dan Lisa sebentar lagi mau selesai, aku berencana posting cerbung baru lagi. Kali ini enaknya cerita siapa, ya? Jess, Greg, mantannya Eric, si Bethany atau kalian pengin karakter baru aja? Komentar di bawah, ya! Sekali lagi maaf banget karena telat posting dan terima kasih karena mau sabar nungguin! I LOVE YOUH! :)

 

Lisa memanaskan air dan memeluk tubuhnya yang masih terasa dingin meskipun sudah memakai pakaian berlapis. Tenggorokannya makin sakit dan kini hidungnya ikut tersumbat. Wah, alamat sakit makin parah ini, batin Lisa lemas. Rasanya untuk berdiri sudah tidak ada tenaga lagi, tapi apa daya perutnya terasa lapar. Makanan terakhir yang dimakan Lisa adalah sup yang dibawakan Jessica kemarin. Setelah itu seharian dihabiskannya dengan tidur. Menghela napas dan mengambil sebungkus mi instan, Lisa menatap air yang dijerangnya sambil mengelus lengannya. Kepalanya sakit, tapi tanpa bisa ditahan, wajah Eric menyusup lagi dalam pikirannya. Tapi kali ini tidak ada air mata yang terbit, hanya perasaan hampa yang bergelayut, memberati hati Lisa.

Aku baru saja melihat Pak Levy bersama wanita lain, Lis. Maafkan aku.  (more…)

Read Full Post »

Older Posts »